Wellcome To MetroNIX

CV. MetroNIX Makassar Utama  adalah Perusahaan Lokal yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi meliputi kegiatan : Hardware, Maintenance, Server Management, Router Management, Membangun Infrastruktur Jaringan LAN/WAN & Internet Wire/Wireless), Install dan Config VPS / Local Server Management,  Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Applikasi berbasis WEB, SMS GateWay. Kami juga bergerak dibidang IT Training bagi  Pendidikan dengan Program Magang/Prakerin mengikuti Standar Kompetensi Pendidikan Teknik Komputer dan Jaringan,  Standar Industri IT yang dilengkapi oleh Mikrotik Training Partner MTCNA, MTCRE, MTCTCE, MTCUME, MTCWE, MTCINE.

Daftar MAGANG/PRAKERIN Bagi Siswa SMK Jurusan TKJ  (Minimum Peserta 50 Orang) gabungan dari beberapa sekolah jika Ikut Mikrotik Certificate.

Daftar Magang Guru dan  Warga Pendidikan, (Minimum Peserta 20 Orang) gabungan dari beberapa sekolah Jika ikut Mikrotik Certificate.

Syarat dan ketentuan berlaku, harap menghubungi :

Address
Jl. A. Mangerangi III No..59 Makassar (ADM Office)  Jl. Tamalate Raya    Skarda N Komplex Mangasa Permai Ex SMK Profesi (Operational Office)
Indonesia, Phone  +62811467646, eMail : support@wancommunity.org

Perangkat WAN Kota (External Modul)

Dalam perencanaan WAN kota yang dilakukan oleh siswa/siswi magang kami, diharuskan untuk benar-benar bisa mengerti simulasinya. Karena dalam pelaksanaan dilapangan selalu saja ada masalah (Trouble). Nah kali ini mereka benar-benar melihat perangkat sesungguhnya dan menggunakannya sebagai simulator dalam penyusunan proposal penawaran baik penawaran nonteknis maupun penawaran teknis.

Belajar Menggunakan Media Fiber Optic untuk Jaringan LAN

Fiber optik adalah salah satu media komunikasi perangkat komputer, kali ini kami memperkenalkan kepada siswa/siswi magang tentang bagaimana menggunakan Fiber Optic, Type-type konektor Fiber Optic yang sering digunakan dalam instalasi Fiber Optic, karena perangkat penyambung fiber optic masih belum kami miliki maka untuk tahap awal ini kami hanya bisa memperkenalkan media Fiber optic FC-FC, Media Converter FO to Ethernet.

Fiber Optic ini perlu kami perkenalkan kepada siswa/siswi magang karena walaupun masih jarang yang menggunakan untuk skala jaringan sederhana namun dalam skla jaringan besar Fiber Optic sudah digunakan di dunia industri karena dikenal dengan High Speed Connection. Fiber Optic ini adalah salah satu media koneksi masa depan yang akan digunakan bahkan hanya untuk koneksi LAN dalam sebuah kantor, terutama pada hotel-hotel berbintang 5 karena konten TV dikamar hotel sudah memiliki Sistime Service Realtime. yang memungkinkan tamu hotel mengakses e=pelayanan menggunakan konten Film, Pesan makanan dll.

 

Enterpreneur Ship dan Pengetahuan Praktis Pendirian Badan Usaha :D

Hal yang paling seru dalam membimbing anak magang untuk menjadi pengusaha adalah expresi mereka disaat serius dalam penejelasan, Etos Kerja, Leadership, Kepemimpinan dan Hukum bisnis untuk SMK Teknik Komputer dan Jaringan, saya membahas tetang pendirian Badan Usaha, Syarat-syaratnya, usaha yang dibutuhkan mulai dari perisapan Financial, Pembuatan Akte perusahaan Oleh Notaris, NPWP Badan Oleh Kantor Pajak, Jenis Pajak Tansaksi Umum, Izin Pemda terkait SIUP, SITU, dan TDP dan draft susunan Proposal penawaran profesional….seru juga, anak-anak SMK sebenarnya cerdas dalam hal instinc bisnis, hanya membutuhkan sedikit arahan dan pengetahuan praktis.  Memang bukan hal yang mudah bagi anak-anak umur 17-an tahun tapi bekali saja lebih awal paling tidak sudah ada pengetahuan praktis soal memabangun Badan Usaha Sendiri.

 Ilmu Praktis

Serius…..karena antusias…., berbagi pengalaman dengan anak-anak muda itu asik banget… 😀

Selalu ada Pengetahuan Baru bagi siswa/siswi magang

Perusahaan yang bernama 2BLogistics ( http://2blogistics.com ) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman barang, dimana perusahaan ini adalah salah satu Client Kami yang sudah lama kami layani mulai dari Pemasangan Jaringan, Internet, Intranet, Applikasi Sistim Informasi Management Delivery dan Perawatan Air Conditioner.

Sehari ini kami sedang ada permintaan  Client kami 2BLOGISTICS untuk Maintenance Computer berjumlah sekitar 11 Unit terdiri dari 1 Server Linux, 1 Unit Router Mikrotik dan 10 Client. Bersamaan dengan itu kami memberi pekerjaan kepada anak magang dimana kali ini kami berdayakan 2 orang Siswa Laki-laki untuk melakukan perawatan mesin komputer, sementara supervisor 1 oran kami tempatkan untuk memberi arahan kepada 2 orang siswa menangani komputer dengan pekerjaan membersihkan komputer yang sudah dipenuhi oleh debu. nah yang serunya ditempat ini juga Owner perusahaan ini meminta kami untuk membersihkan dan memasang 2 Unit AC (Air Conditioner). Pada kesempatan ini juga kami langsung memberikan arahan dan pengetahuan baru bagi anak magang tentang pentingnya mesin AC bagi pekerjaan dibidang IT. Mulai dari melepas Indor dan Outdoor, Instalasi Perpiaan AC, Listrik sampai pada pengisian Freon secara lengkap dan detail.

Lalu Apa artinya ?

Artinya adalah bahwah diruangan kerja khususnya diruangan NOC perusahaan-perusahaan besar selalu dilengkapi dengan Air Conditioner untuk menjaga stabilitas perangkat elektronic misalnya Server yang bekerja 24 jam. Penting untuk mengetahui soal mesin ini karena dalam keadaan tertentu paling tidak anak magang sudah mengetahui langkah-langkah dalam perawatan  AC misalnya membersihkan atau mencuci mesin Indoor AC. Pada kesempatan ini kami langsung mengistruksikan pekerjaan pemasangan AC ini setelah mendapatkan pengetahuan praktisnya. berikut penampakannya.

 

Ini yang harusnya dilakukan di tempat prakerin

Siswa/Siswi butuh pengalaman, maka sebaiknya pihak industri melibatkan secara langsung kegiatan pekerjaan kepada siswa/siswi prakerin. Dengan catatan bahwa sebelumnya pihak industri sudah memberikan Arahan dan SOP yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemasangan perangkat-perangkat mahal karena sudah diketahui lebih dulu cara menggunakan, memasang dan menggunakan perangkat-perangkat seperti pada gambar ini :

Etos Kerja

Miliki ini jika benar-benar ingin bekerja dengan baik dan diakui keberhasilannya…kata siswa-siswi yang magang saya bawa materi ini ketawa.

Dimana Lucunya ?!!

ETOS KERJA

adalah perilaku kerja positif yang lahir sebagai buah dari keyakinan dan komitmen total pada paradigma kerja tertentu.

HUKUM BISNIS

Sedikit bekal Enterpreneur untuk anak magang siang ini 1,5 jam saja…, ini cukup penting bagi saya untuk menyampaikan dengan baik terkait apa yang harus dilakukan oleh kelak jika memulai sebuah bisnis.

HUKUM BISNIS

Transaksi berkesinambungan terjadi jika pelanggan puas, Kepuasan pelanggan tergantung pada tiga hal :
– Mutu produk kita baik
– Pelayanan kita baik
– Biaya transaksi kita terjangkau

Berikut Praktisnya :

1. Mutu ditentukan oleh dua hal :
– SDM (etos kerja,skills,pengetahuan)
– Teknologi

2. Pelayanan ditentukan pada empat hal :
– Keramahan
– Kecepatan
– Kesungguhan
– Helpfulness

3. Biaya transaski yang terjangkau ditentukan oleh tiga hal :
– Cara kerja yang efektif
– Produktivitas tinggi
– Profesionalisme kerja

 

PKL dan Penempatan SMK 1 Lasusua pada Clinet Metronix yaitu PT. Kemasindo Cepat Nusantara (Forwarder)

Hal yang paling berarti bagi anak magang setelah menerima semua pengetahuan teknis dan nonteknis adalah implementasi. Pengetahuan yang dimulai dari Hardware, Jaringan dan sistim operasi pasti akan bermanfaat pada duani industri, kerja dimasa akan datang. Berikut ini adalah salah satu cara kami dalam mengembangkan karakter siswa/siswi dalam memberikan kemampuan praktis dan skill dalam pekerjaannya. Pada waktu pelaksanaan tersebut kami mencoba menempatkan beberapa siswa dalam praktek kerja lapangan yaitu pembenahan dan reinsllation system pada jaringan komputer PT. Kemasindo Cepat Nusantara sebagai bentuk pelayanan kami kepada pelanggan dimana kepuasan mereka tergantung kepada bagaimana personil kami bekerja dan mengadu sklill.

Kegiatan PKL SMK Neg 1 Lasusua Kolaka Utara ditempat kami

Kami memberika pelayanan kepada siswa/siswi  yang tidak terbiasa dalam dunia industri, maka ditempat kami mereka harus membiasakan diri dengan belejar dan bekerja Under Pressure (Bekerja dibawah tekanan dan target), ini kami rasa penting untuk mendidik mental dan karakter mereka  agar lebih baik dimasa akan datang setelah mereka selesai dengan Pendidikan selama di SMK dan akan bekerja secara mandiri (Enterpreneur) atau bekerja ditempat/perusahaan lain suatu saat nanti.

Tugas Industri

Tugas-tugas Industri untuk siswa/siswi selama magang adalah membuat WAN Kota seperti yang dimiliki oleh Perusahaan kami, replika secara simulasi harus sanggup dilakukan oleh siswa/siswi magang dalam dunia teknik komputer dan jaringan, berikut tugas hari ini, semoga selesai sebelum mereka kembali kedaerah masing-masing. Dalam hal ini siswa/siswi magang harus sanggup melakukan :

  1. Membuat Proposal Penawaran kepada Perusahaan.
  2. Melampirkan Rencana Anggaran Biaya dalam Proposal Penawaran.
  3. Mempresentasikan yang dituangkan dalam proposal.
  4. Membuat jaringan WAN Hotspot User Single Sign On (SSO)
  5.  Ada Estimiasi biaya meliputi penempatan beberapa server dan keguanaan masing-masing, termasuk pengadaan Router Wireless Mikrotik, Koneksi Internet berikut Design Dasarnya :

maka kejadiannya seperti ini 😀

Kegiatan dan Fasilitas Magang

RPL (Rekayasa Perangkat Lunak)

Rekayasa Perangkat Lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip reakayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna.

Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak

Secara lebih khusus kita dapat menyatakan tujuan dan Rekaya Perangkat Lunak ini adalah:
  1. Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah.
  2. Menghasilkan pereangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu
  3. Menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform
  4. Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah
Kriteria Dalam Merekayasa Perangkat Lunak
  1. Dapat terus dirawat dan dipelihara (maintainability)
  2. Dapat mengikuti perkembangan teknologi (dependability)
  3. Dapat mengikuti keinginan pengguna (robust).
  4. Efektif dan efisien dalam menggunakan energi dan penggunaannya.
  5. Dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan (usability).

Ruang Lingkup Rekayasa Perangkat Lunak

  1. Software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak.
  2. Software desain mencakup proses penampilan arsitektur, komponen, antar muka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak.
  3. Software construction berhubungan dengan detail pengembangan perangkat lunak, termasuk. algoritma, pengkodean, pengujian dan pencarian kesalahan.
  4. Software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak.
  5. Software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan.
  6. Software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
  7. Software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak.
  8. Software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL.

Rekayasa Perangkat Lunak dan Disiplin Ilmu LainCakupan ruang lingkup yang cukup luas, membuat RPL sangat terkait dengan disiplin dengan bidang ilmu lain. tidak saja sub bidang dalam disiplin ilmu komputer namun dengan beberapa disiplin ilmu lain diluar ilmu komputer.

Dari semua keterangan diatas, maka kami dari Metronix Makassar Utama termasuk memberikan pelayanan Training RPL bagi siswa magang dan melayani Proyek pembuatan Web Applikasi yang disesuaikan dengan budaya kerja diruang lingkup kantor anda.

Beberapa perkembangan framwork juga termasuk kami kerjakan seperti CI Code Igniter dan Laravel dan beberapa builder yang sering kami gunakan untuk membuat Management Information System.

Mikrotik 4 WAN Load Balancing using PCC method.

This post illustrates on how you can configure load balancing of multiple wan links using Mikrotik Routerboard hardware (or RouterOS x86 version).  In this example I have used Mikrotik Routerboard CCR 1036 model.  4 ports are connected with Four DSL Routers, and 5th port was connected with User LAN. Don’t forget to rename the interface names accordingly if you are a copy paste fan.

In this example, we are using PCC (per connection classifier) method to achieve the load balancing. There are few options using this approach & each option may give you different results.

Example#1:  src-address
Use src-address as classifier, this way you will get rid of problems like https/broken link, streaming issues etc (dueot ip changing on each request) . Load balancing using this PCC technique (src-address) requires that users must be hitting the PCC box directly (either dhcp/ppp server etc). In this method user will be tagged with specific WAN link once connected with the mikrotik. This way till his online session he will stick to that particular wan link. A single user will not be ale to use all WAN links. This approach works good if you have a bit higher amount of bandwidth on each link.

Example#2: both-addresses-and-ports
If somehow you are not satisfied with the src-address approach (OR your requirements is to achieve maximum download speed using all WAN links simultaneously) , Then play with the PCC Classifier, Try both addresses and ports as the classifier (as used in this guide as well). While this will randomize things the most and in theory give you the most fair allocation of bandwidth (as any request will be distributed among all WAN links), BUT there is also a good chance that it will break certain things like banking web sites and some forums. This is because often times a HTTP requests will generate several connections, so there is a chance that some requests may go out a different route than the initial one, and that will break secure web sites. For that reason I usually like to go with src-address PCC load balancing approach (but only if users are hitting the pcc box)

  • Mikrotik LAN IP = 192.168.0.1
  • DSL1 Router IP = 192.168.1.1 / INTERFACE NAME = WAN1
  • DSL2 Router IP = 192.168.1.1 / INTERFACE NAME = WAN2
  • DSL3 Router IP = 192.168.1.1 / INTERFACE NAME = WAN3
  • DSL4 Router IP = 192.168.1.1 / INTERFACE NAME = WAN4
# IP Addresses for reference purpose
/ip address
add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=Local
add address=192.168.1.2/24 network=192.168.1.0 broadcast=192.168.1.255 interface=WAN1
add address=192.168.2.2/24 network=192.168.2.0 broadcast=192.168.2.255 interface=WAN2
add address=192.168.3.2/24 network=192.168.3.0 broadcast=192.168.3.255 interface=WAN3
add address=192.168.4.2/24 network=192.168.4.0 broadcast=192.168.4.255 interface=WAN4
# Add NET ALLOWED users Address list, to make sure only allowed users get internet access. Make sure to modify this as per your requirements, we can use this list later for other management purposes
/ip firewall address-list
add address=192.168.0.1-192.168.0.255 list=allowed_users
# Accept Connections
/ip firewall mangle
add action=accept chain=prerouting in-interface=WAN1
add action=accept chain=prerouting in-interface=WAN2
add action=accept chain=prerouting in-interface=WAN3
add action=accept chain=prerouting in-interface=WAN4
# Mangle Section
# Marking connections for 4 dsl distribution
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/0 action=mark-connection new-connection-mark=WAN1_conn passthrough=yes src-address-list=allowed_users
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/1 action=mark-connection new-connection-mark=WAN2_conn passthrough=yes src-address-list=allowed_users
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/2 action=mark-connection new-connection-mark=WAN3_conn passthrough=yes src-address-list=allowed_users
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/3 action=mark-connection new-connection-mark=WAN4_conn passthrough=yes src-address-list=allowed_users
# Marking Routing Marks to be used by ROUTES Section
add chain=prerouting connection-mark=WAN1_conn in-interface=Local action=mark-routing new-routing-mark=to_WAN1
add chain=prerouting connection-mark=WAN2_conn in-interface=Local action=mark-routing new-routing-mark=to_WAN2
add chain=prerouting connection-mark=WAN3_conn in-interface=Local action=mark-routing new-routing-mark=to_WAN3
add chain=prerouting connection-mark=WAN4_conn in-interface=Local action=mark-routing new-routing-mark=to_WAN4
# Adding ROUTE for marked routes (done by mangle earlier)
/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 routing-mark=to_WAN1 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 routing-mark=to_WAN2 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.3.1 routing-mark=to_WAN3 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.4.1 routing-mark=to_WAN4 check-gateway=ping
# DEFAULT ROUTES, OR Fail over routes , just incase in any router goes offline, then these default routes as per distance, will be used as default
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 distance=1 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 distance=2 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.3.1 distance=3 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.4.1 distance=4 check-gateway=ping
# NAT/MASQUERADE the requests going on each interface (used by ROUTES)
/ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=WAN1 action=masquerade src-address-list=allowed_users
add chain=srcnat out-interface=WAN2 action=masquerade src-address-list=allowed_users
add chain=srcnat out-interface=WAN3 action=masquerade src-address-list=allowed_users
add chain=srcnat out-interface=WAN4 action=masquerade src-address-list=allowed_users
/ip dns set allow-remote-requests=yes cache-max-ttl=1w cache-size=5000KiB max-udp-packet-size=512 servers=8.8.8.8
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/0 action=mark-connection new-connection-mark=WAN1_conn passthrough=yes
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/1 action=mark-connection new-connection-mark=WAN2_conn passthrough=yes
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/2 action=mark-connection new-connection-mark=WAN3_conn passthrough=yes
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/3 action=mark-connection new-connection-mark=WAN4_conn passthrough=yes
add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=Local per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:4/4 action=mark-connection new-connection-mark=WAN4_conn passthrough=yes

PCC WITH SAME GATEWAY

/ip route
 add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=1.2.3.4 routing-mark=to_wan-ISP1 check-gateway=ping
 add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=1.2.3.4 routing-mark=to_wan-ISP2 check-gateway=ping
With following
/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=1.2.3.4%eth1-ISP routing-mark=to_wan-ISP1 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=1.2.3.4%eth2-ISP routing-mark=to_wan-ISP2 check-gateway=ping