Teaching Factory Program

Dear All,

Metronix Makassar Utama memiliki sebuah program pendampingan secara khusus kepada sekolah dan siswa untuk dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan yang berkaitan dengan Teknik Komputer & Jaringan beserta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Apa itu Taacing Factory ?

Teaching Factory (TEFA) adalah pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis. Pembelajaran melalui TEFA adalah proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen.

Mengapa hal ini perlu kami lakukan ?, berikut penjelasannya.

Tujuan : Menjembatani sesenjangan  Dunia Pendidikan dan Dunia Industri.

Tujuan penerapan Model pembelajaran Teaching Factory di SMK

  • Mempersiapkan lulusan SMK menjadi pekerja dan wirausaha;
  • Membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya;
  • Menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing;
  • Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja;
  • Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK;
  • Membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual;
  • Memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk melatih keterampilannya sehingga dapat membuat keputusan tentang karier yang akan dipilih.

Tujuan yang selaras tentang Model pembelajaran Teaching Factory (Sema E. Alptekin, Reza Pouraghabagher, atPatricia McQuaid, and Dan Waldorf; 2001) adalah sebagai berikut.

  • Menyiapkan lulusan yang lebih profesional melalui pemberian konsep manufaktur moderen sehingga secara efektif dapat berkompetitif di industri;
  • Meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK yang berfokus pada konsep manufaktur moderen;
  • Menunjukan solusi yang layak pada dinamika teknologi dari usaha yang terpadu;
  • Menerima transfer teknologi dan informasi dari industri pasangan terutama pada aktivitas peserta didik dan guru saat pembelajaran.

Sintaksis Model pembelajaran Teaching Factory

Atas dasar uraian di atas, sintaksis Model pembelajaran Teaching Factory dapat menggunakan sintaksis PBET/PBT ata udapat juga menggunakan sintaksis yang diterapkan di Cal Poly – San Luis Obispo USA ( Sema E. Alptekin : 2001) dengan langkah-langkah yang disesuaikan dengan kompetensi keahlian :

Merancang produk

Pada tahap ini peserta didik mengembangkan produk baru/cipta resep atau produk kebutuhan sehari-hari (consumer goods)/merancang pertunjukankontemporer dengan menggambar/membuat scrip/merancang pada komputer atau manual dengan data spesifikasinya.

Membuat prototype

Membuat produk/ kreasi baru /tester sebagai proto type sesuai data spesifikasi.

Memvalidasi dan memverifikasi prototype

Peserta didik melakukan validasi dan verifikasi terhadap dimensi data spesifikasi dari prototype/kreasi baru/tester yang dibuat untuk mendapatkan persetujuan layak diproduksi/dipentaskan.

Membuat produk masal

Peserta didik mengembangkan jadwaldan jumlah produk/pertunjukan sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Dadang Hidayat (2011) berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, mengembangkan langkah-langkah pembelajaran Teaching Factory sebagai berikut.

Menerima order

Pada langkah belajar ini peserta didik berperan sebagai penerima order dan berkomunikasi dengan pemberi order berkaitan dengan pesanan/layanan jasa yang diinginkan. Terjadi komunikasi efektif dan santun serta mencatat keinginan/keluhan pemberi order seperti contoh: pada gerai perbaikan Smart Phone atau reservasi kamar hotel.

Menganalisis order

Peserta didik berperan sebagai teknisi untuk melakukan analisis terhadap pesanan pemberi order baik berkaitan dengan benda produk/layanan jasa sehubungan dengan gambar detail, spesifikasi, bahan, waktu pengerjaan dan harga di bawah supervisi guru yang berperan sebagai supervisor.

MenyatakanKesiapan mengerjakan order

Peserta didik menyatakan kesiapan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan hasil analisis dan kompetensi yang dimilikinya sehingga menumbuhkan motivasi dan tanggung jawab.

Mengerjakan order

Melaksanakan pekerjaan sesuai tuntutan spesifikasi kerja yang sudah dihasilkan dari proses analisis order. Siswasebagai pekerja harus menaati prosedur kerja yang sudah ditentukan. Dia harus menaati keselamatan kerja dan langkah kerja dengan sungguh-sunguh untuk menghasilkan benda kerja yang sesuai spesifikasi yang ditentukan pemesan2Mengevaluasi produk

Melakukan penilaian terhadap benda kerja/layanan jasa dengan cara membandingkan parameter benda kerja/layanan jasa yang dihasilkan dengan data parameter pada spesifikasi order pesanan atau spesifikasi pada service manual.Men

yerahkan order

Peserta didik menyerahkan order baik benda kerja/layanan jasa setelah yakin semua persyratan spesifikasi order telah terpenuhi, sehingga terjadi komunikasi produktif dengan pelanggan.

Dalam hal-hal tertentu ada beberapa perusahaan client kami yang membutuhkan skill khusus tentang Management di IT yang di implementasikan dengan budaya kerja mereka. Nah ternyata  pengetahuan khusus tentang Management System ini tidak diketahui oleh lembaga pendidikan manapun yang setara dengan SMK. Hal ini perlu kami tindak lanjuti untuk dimasukkan sebagai kurikulum praktis yang kami miliki agar transfer of knowladge bisa dikembangkan dan digunakan lebih efisien kepada anak-anak muda yang berkecimpung dalam dunia IT.

Kegiatan tersebut diatas kita bagi menjadi 2 (dua) garis besar kegiatan adalah sebagai berikut :

1,. In House Training

2. On Job Training

3. Distance Training & Monitoring (LMS)

Ketiga metodelogy diatas semuanya kami gunakan dalam  proses transfer of knowlage kepada pihak yang membutuhkan.

Informasi lebih lengkapnya silahkan menghubungi +62811467646 atau email ke support@wancommunity.org