Apa Program Training ANDALAN Kami ?

APA PROGRAM-PROGRAM ANDALAN KAMI ?

Untuk menjawab pertanyaan ini sebaiknya kami memaparkan lebih dulu masalah-masalah dan fakta yang terjadi diseputaran dunia pendidikan terkhusus pada Teknik Komputer Dan Jaringan yang selama ini pihak sekolah lakukan sampai pada hal yang kita temui dilapangan pada saat mereka melakukan magang ditempat kami.

  1. Motivasi dan Tujuan Siswa/Siswi

Dari sisi tujuan dan motivasi siswa/siswi bermacam-macam, kami belum mengetahui persis apakah siswa-siswi ini sebelum masuk kedalam sebuah jurusan sudah diberitahu konsekwensinya serta capaian-capaian yang harus dipenuhi dalam memenuhi standard kompetensi ?, kenyataan yang kami dapatkan selama ini bahwa kebanyakan siswa/siswi belum memiliki tujuan yang jelas terhadap jurusan ini (TKJ) akan apa-apa saja yang harus dilakukan kelak, karena dalam masa observasi kami ada banyak siswa yang sebenarnya tidak begitu suka dengan komputer tetapi mendapat tekanan dari orang tua untuk ikut jurusan ini atau ada sekedar hanya ikut teman-temannya disekolah untuk ikut andil dalam jurusan ini.

  1. Pengetahuan Siswa/Siswi

Jika dilihat dari kemampuan siswa/siswi yang magang ditempat kami terlihat dengan jelas bahwa siswa/siswi kurang mendapatkan pengetahuan teknis terutama dalam hal mengenal alat dan peralatan komputer (Hardware), bagaimana bisa hal ini terjadi ?, ada beberapa siswa yang memberikan informasi bahwa ditempat mereka sekolah tidak diberi kebebasan dalam menggunakan lab komputer yang dikhawatirkan mengakibatkan kerusakan pada perangkat keras yang berakibat pada penggantian alat yang rumit dan lain-lain sebagainya. Namun sebenarnya pengenalan jenis-jenis hardware komputer dan jaringan sudah seharusnya dilakukan disekolah dengan harapan jika sudah melakukan PSG sudah tidak ada lagi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan yang seharusnya sudah tidak perlu lagi arahkan di tempat magang.

  1. Kemampuan Siswa/Siswi

Kemampuan siswa dan siswi dalam mengoperasikan dan penelusuran masalah dalam komputer dan jaringan bisa dikatakan hampir tidak ada dasar sama sekali. Hal ini berakibat pada masalah-masalah yang timbul dilapangan dalam dunia IT tidak bisa dipecahkan sama sekali karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan siswa/siswi dalam mendapatkan informasi tentang peralatan komputer dan jaringan terutama disisi Spesifikasi perakat yang peka dan perangkat besar serta peralatan-peralatan peka, dimana seharusnya siswa/siswi sudah memiliki informasi dan pengetahuan tentang spesifikasi perangkat komputer dan jaringan.

  1. Apa yang sudah didapatkan dari sekolah ?

Ada beragam informasi terkait apa yang sudah mereka didapatkan disekolah selama ini, namun dari sisi pandangan kami didunia industri pengetahuan-pengetahuan tersebut masih berada jauh diatas standard industri. Hal ini terjadi karena kemungkinan tenaga kependidikan yang berada dalam ruang lingkup sekolah memiliki keterbatasan waktu dalam memberikan informasi kepada siswa dan siswinya yang berakibat siswa/siswi harus secara mandiri mencari informasi tambahan walupun tidak banyak membantu terkait dunia Teknik Komputer dan Jaringan Komputer.

  1. Apakah sudah relevan dengan kebutuhan dunia Industri ?

Memang tidak semua pengetahuan IT itu dibutuhkan didunia industri, tidak semua juga pengetahuan teknis harus dipenuhi oleh siswa/siswi, namun pengetahuan dasar tentang apa-apa saja yang dibutuhkan di dunia industri itu harus selalu dikejar. Fakta yang paling kami garis bawahi adalah semua perangkat yang kami miliki adalah perangkat running system, dimana kami tidak akan bisa memberikan tanggung jawab secara penuh pada sebuah pekerjaan jika kami meliha seorang siswa/siswi tidak menguasainya, maka terlebbih dahulu kami lakukan obeservasi, pengarahan dan pelatihan dingkat agar kebutuhan akan tenaga mereka dapat terserap menjadi sebuah pengetahuan dasar dalam bekerja pada beberapa perangkat komputer dan jaringan.

  1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk magang ditempatkami seharusnya untuk memenuhi kebutuhan industri Teknologi Informasi ?

Rata-rata dari pihak sekolah memberikan kami waktu hanya kurang lebih 3 (tiga) bulan untuk masa magang bagi siswa/siswi. Kami merasa waktu yang sangat sempit itu akan membebani siswa/siswi dalam menerima pengetahuan teknis dan nonteknis, hal ini dibuktikan dengan kemampuan siswa yang minim dan waktu yang sempit serta motivasi yang belum jelas bagi siswa memberikan dampak kepada manajemen kami untuk memberikan effort yang lebih besar kepada siswa dan siswi. Dari fakta dilapangan kami temukan bahwa banyak siswa/siswi sudah pasrah dalam menjalani pembelajaran teknis dan nonteknis dari supervisor perusahaan kami dan harus mengulang-ulang untuk mamastikan siswa/siswi tersebut sudah bisa melakukan sesuatu pekerjaan yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan pekerjaan.